Trully Ambon (1) : Special Red Thing

manise.
satu kata yang terlintas saat saya teringat tentang Ambon.

ya, 3 hari yang lalu, saya masih menginjakkan kaki di kepulauan Maluku itu.(but now im in Bdg🙂
ada banyak hal menarik dan unik yang saya dapatkan dari sana

seperti layaknya di kota-kota lain yang memiliki alat transportasi umum. begitu juga dengan Ambon. angkot namanya. tidak terlalu istimewa mungkin. tapi ini dia yang menarik :

angkot di sana warnanya merah semua.
yang membedakan adalah jurusan dari angkot itu.
ada yang teknik industri, farmasi, sipil,dan..

eh loh?

maaf. jurusan yang saya maksud adalah jurusan menuju ke suatu daerah.

(haha. garing garing)

seenggaknya ada 3 angkot merah yang saya temui. angkot merah yang satu manuju Poka , angkot merah lainnya meuju Hunuth, dan angkot lain yang warnanya (lagi – lagi) merah menuju ke daerah Hn. Ria .

saat menuju kampus unpatti (universitas pattimura) , saya dan seorang rekan hampir saja terkecoh.
untung nanya dulu.

“seng lewat unpatti” katanya (seng artinya tidak => bahasa ambon)

*setelah diteliti lebih lanjut, hanya angkot di luar kota yang berwarna merah, angkot yang di dalam kota warna warni kok. FYI : Unpatti terletak agak jauh dari pusat kota*

lanzut.

masih tentang angkot.
hal unik lainnya terlihat dari penampilan angkot yang begitu wah

terlihat dari interior sang angkot.
kursi angkotnya bener bener empuk, tebal dan menggoda. mungkin sekitar 10cm. “wah, angkot baru nih keknya,” pikir saya dalam hati. tapi ternyata dugaan saya meleset. semua angkot yang saya naiki (angkot yang berbeda-beda) mempunyai kualitas kursi yang sama. Begitu nyaman. Nah, ini nih yang kudu ditiru angkot di daerah lain, biar angkot jadi idaman😛

tidak hanya itu saja, ternyata kursi yang kita duduki itu bukan sembarangan kursi. kursinya bisa berbunyi! hah?

ternyata itu speaker super gede yang dijadikan kursi.atau kursi kecil yang dijadikan speaker gede? atau speaker itu sebenarnya adalah jelmaan makhluk mars yang berusaha menguasai bumi?

mulai ngaco. oke lupakan. mari kita lanjut.

subhanallah. sound system nya mantap betul. bahkan mengalahkan sound system yang biasanya kita pake buat ifthar di selasar hijau.
lagunya pun ga kalah seru, satu yang saya ingat, lagunya mayang sari. hohoho.

kalo aja lagunya diganti ama lagu Maher Zain kayaknya bakal lebih bagus ya. jadi kan lebih nyar’i. angkot juga bisa berda’wah

yang disayangkan adalah suaranya yang memekakkan telinga, bahkan ngobrol di angkot aja jadi susah berkat backsound yang terlalu riuh.

next.

satu hal yang bikin saya geleng-geleng kepala.
baru di sana saya menemukan angkot yang ada TV nya. buset. canggih bener.
lumayan gede, mungkin segede kertas A4 dalam view landscape dan ditambah beberapa senti pada bagian bawah. sangat lumayan untuk sebuah angkot.

belum hilang kekaguman saya dengan TV (yang saya kira hanya ada) satu itu, saya dikejutkan dengan kenyataan lainnya. saya dapati satu TV lagi di langit langit angkot. oh men. dan satu TV lagi deket kursi supir.
apa?? satu, dua, tiga…saya keringat dingin..TV nya ada tiga kawan! TIGA !

GAUL PISAN.PARAH!

jadi seandainya angkot penuh dan kebetulan Anda duduk di bagian pojok dalam angkot.
tidak usah gelisah karena tidak bisa melihat TV utama, kan ada TV yang di langit langit! atau sekiranya Anda merasa malas untuk mendongakkan kepala, suara dari sound system kursi sudah cukup menghibur kok. intinya : dimanapun posisi Anda duduk, tidak masalah.

berbeda sama angkot sebelumnya yang mendendangkan lagu mayang sari, kalo yang ini mah video clip nya shakira

~tsamina mina eh eh
waka waka eh eh
….
this time for Africa~

angkot nyentrik lainnya saya dapati saat saya dan rekan sejawat hendak bertolak pulang ke penginapan. saat menaiki angkot, seperti biasa, saya dapati kursi empuk itu lagi, dan saya tersenyum. kursi tak biasa itu sekaligus berfungsi sebagai speaker. saya tersenyum lagi.

saat saya mengalihkan pandangan ke arah kursi supir, saya mendapatkan sesuatu yang kurang lazim. pandangan saya tertuju pada kaca spion. standar mobil biasanya hanya memiliki 1 kaca spion berbentuk persegi panjang kan?

nah, yang ini beda. disitu memang ada si kaca spion standar, tapi dia gak sendirian,melainkan ditemani oleh tujuh (kalau saya tidak salah hitung) kaca lainnya yang berbentuk bulat – bulat kecil. oh mai gat, ya ampun. saya ketawa kecil. abang supir oh abang supir..

saya kehabisan kata-kata.
sungguh angkot ambon menbuat saya terkagum-kagum, bahkan saya abadikan menjadi notes ini.

oia satu lagi.
bagaimana dengan harga?
dengan fasilitas bejibun Anda hanya butuh merogoh kocek sekitar 2ribu rupiah jika ingin ke pusat kota (kira-kira waktu tempuh 45 menit). mahal atau murah? jawabannya ada di hati masing-masing. (apa siiih?)


last, but not least.
masih banyak yang ingin saya ceritakan, mudah mudahan saya berkesempatan untuk menuliskan chapter 2 nya.

oiya, notes ini mungkin agak (atau sangat?) lebay.
tapi kejadian diatas bukanlah fiktif belaka.
saya hanya ingin sedikit berbagi
semoga perjalanan kita ke ambon waktu itu tidak sia-sia

wallahu’alam bisshowab

One thought on “Trully Ambon (1) : Special Red Thing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s