Trully Ambon (2) : no more ngeluh!

Bismillahirrahmanirrahim

Saya mulai dengan mengucap nama Allah yang sunguh sampai saat ini tetap mencurahkan begitu banyak nikmatnya kepada saya

Ayo sama-sama baca basmallah ! ^,^

Ini.. sebuah catatan perjalanan yang saya ikuti pada awal bulan ini.

Ya..perjalanan itu bernama : Gamais ITB menginspirasi Indonesia, go to Ambon Manise yeah!

Sebuah nama yang agak lebay (menurut saya) karena ada ‘yeah’ nya (padahal saya yang nambahin sendiri)

Oke. Cukup becandanya. Sampai mana tadi? Ohya.

Tugas kami satu : menginspirasi saudara saudari kita plus … jalan-jalan (inilah sesi yang paling saya tunggu tunggu)

Sampai pada akhirnya..

Banyak yang nanya nanya, ada juga yang sharing tentang LDK masing masing, saya juga nanya balik donk, dan concern saya (tentu saja) adalah bagian keuangan😀

Saya banyak mendengarkan kondisi LDK saudara-saudara kita dari berbagai belahan Indonesia. Dari Aceh, Jambi, dll, Jakarta, Surabaya, dll, Makassar, Ambon, dll, sampai yang paling timur, Sorong (Papua)

Dari cerita mereka, sedikit banyak membuat saya tercengang cengang

Tidak sedikit dari mereka yang masih berjuang dengan SDM seadanya, dengan biaya yang minimal. Ada yang di**** , ada yang di*****kan , bahkan ada yang LDK nya masih ilegal…

Dan saya : melongo.

Disini saya berfikir.. betapa beruntungnya saya.. berada disini..di bandung..di ITB..di GAMAIS!

Kondisi saya benar-benar nyaman, kondisi saya benar-benar asik, sepertinya banyak yang mendambakan LDK nya menjadi se-ideal GAMAIS (amin)

Tapi.. sampai kemarin pun saya masih mengeluh tentang si GAMAIS tersebut, yang ini lah, yang itu lah, salah disana, kurang di situ, pokoknya merasa terlalu banyak hal yang masih belum stabil

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” QS : 55 : 55

Astagfirullah.

Saya benar-benar merasa tertampar (PLAK!)

Saya terlalu banyak mengeluh ternyata

Lihat, saudara kita di luar sana, di luar GAMAIS sana, masih dengan semangatnya yang menyala-nyala untuk berda’wah di kampusnya. Walau banyak ‘saingan’, walau banyak halangan, walaupun mereka adalah kaum minoritas, walaupun dicap sebagai unit yang ilegal!

Tidak terucap keluhan sedikit pun.. yang ada hanyalah kobaran semangat untuk menegakkan dien Allah di kampusnya yang repancar dari mata-mata mereka.

Benar benar ter(PLAK!)tampar.

Tiba- tiba tergemalah ayat ini di kepala saya :

”Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan ‘Kami telah beriman,’ dan mereka tidak diuji?

Dan sungguh, Kami telah menguji orang – oran sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang – orang yang benar dan pasti mengetahui orang – orang yang dusta” QS : 29 : 2-3

Tamparan lagi buat saya -kali ini combo- (PLAK! PLAK! PLAK!)

Ya Allah..sungguh saya bener-bener terlalu banyak mengeluh

Saya harus banyak bersyukur lagi. Bersyukur dengan apa yang ada. Tidak ada gunanya mengeluh, toh tidak akan merubah keadaan kan?

…siapalah saya ini..

Datang kesana mencoba menginspirasi mereka, tapi yang saya rasakan adalah.. sayalah orang yang terinspirasi oleh mereka. Subhanallah. Alhamdulillah, thank you my sisters. Mereka berhasil mengalihkan dunia saya. No more ngeluh! No more tampar (lho?)(PLAK!) Hap.hap. SEMANGAT!

”Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. QS : 47 :7”

Saya mendapatkan pengalaman dan inspirasi yang luar biasa dari kalian dari pada hanya sekedar jalan-jalan.
Ya Allah, sampaikan salam sayang saya untuk mereka. Kita ketemu lagi ya ukhti ^,^

“Di dalam keduanya ada dua buah mata air yang memancar”

Ah..

2 thoughts on “Trully Ambon (2) : no more ngeluh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s