Tips Ngomong di Depan Umum

yeah. ini berdasarkan pengalaman saya waktu disuruh presentasi di depan kelas yang berdurasi… hanya 10 menit.

ada yang bilang : beuh, cuma bentar

ada juga yang bilang : eh, 10 menit itu kurang tau

ada juga yang bilang : aduuuh laper nih, makan yuk =_=

teu nyambung..dasar..

okeh. menurut saya 10 menit itu lumayan bikin deg-degan loh (i’ve tried!)

nih makanya saya kasi tips ngomong di depan

1. Tempo Suara

the boys say that the girls are speaking soooo quickly !

*mungkin itu pengaruh karena cewek berpotensi mengeluarkan 20ribu kata per hari dan cowok cuma 7ribu kata per hari* CMIIW

usahakan, ketika ngomong di depan, jangan terlalu cepat, agar audience bisa mendengar jelas apa yang kita omongkan

2. Intonasi Suara

selain tempo, intonasi atau tune juga harus diperhatikan. saat memberikan kata-kata motivasi, tentu saja intonasinya harus meningkat/ tinggi. Lucu kan kalo lagi memberi kata-kata motivasi tapi sang trainer malah bersuara pelan dan datar.

3. Mimik Wajah

sesuaikan mimik wajah dengan apa yang sedang kita omongkan, ketika mengucapkan sesuatu yang sedih, tampakkan wajah yang selaras, jangan malah ceria. ntar diketawain, hehe

4. Body Languange

bodi lengwich atau bahasa tubuh juga kudu diperatiin. karena kita sedang jadi pusat perhatian, segala bahasa tubuh kita bakal ditangkap sama audience. baik yang sengaja atau pun nggak, misalnya gak sengaja ngejulurin lidah di depan karna salah ngomong, atau ga sengaja garuk-garuk idung (a.k.a : ngupil) di depan umum. ntar audience nya illfeel lagi.

hm, 1 lagi bahasa tubuh yang agak nggak senonoh : menunjuk audience dengan telunjuk !

hah? itu ga senonoh?

iya, itu kurang sopan kata dosen saya, menunjuk audience dgn jari (telunjuk) mengibaratkan bahwa kita (sang trainer) lebih hebat / berkuasa dibandingkan audience.

5. Ice Breaking

Ice Breaking ini adalah sejenis games yang bisa dilakukan trainer saat audience kelihatan sudah jenuh / capek ngedengerin. bayangkan kalo ada training 3 jam dan itu fuuuuull ngomong, kebayang kan gimana wajah audience saat keluar dari ruang training?

nah, itu sebabnya trainer butuh ice breaking => untuk mencairkan suasana

caaranya macam-macam. bisa dengan menyuruh audience berdiri, lalu himbau untuk melakukan streching ringan. atau yang lebih ringan, tampilkan sebuah video lucu dan kocak yang dapat menyegarkan suasana. macem-macem caranya, ibarat kata : banyak jalan menuju roma. yang penting : ice breaking ini dapat mengembalikan ke-konsentrasi-an audience terhadap materi yang disampaikan.

FACT : training di siang hari membutuhkan waktu ice breaking yang lebih banyak, karena terlalu banyak godaan kalo siang hari tuh, misal : ngantuk dan bosan

6. Posisi

Nah, ini nih mugkin yang sering kelupaan. Trainer biasanya hanya bertahan pada satu posisi , maksud saya, hanya di posisi itu itu aja (penjelasannya kok itu itu aja =_=)

hoho, ngerti la ya. jadi si trainer teh cuma diem disitu aja. misalnya di tengah panggung. yaudah disitu we ampe beres trainingnya.

akan lebih baik jika sang trainer berpindah pindah, misalnya berjalan ke kiri dan kanan panggung. tapi kudu diingat : jangan jalan-jalan terus (mondar mandir) , tar disangkain mau nyari toilet😛

berikan jeda saat akan berpindah, berjalan juga sebaknya pelan. tidak usah terburu – buru. disini kita juga bisa menguji ke-fokus-an audience. jika mata audience bergerak mengikuti arah jalan kita, artinya audience sedang memperhatikan dengan seksama. tapi… kalau tidak?? hey, give the ice breaking !

*poin 1-6 akan mengantarkan Anda ke posisi Great Public Speaker*

Barakallah, tapi masih ada 1 poin utama lagi yang harus kita miliki.. apa itu.. cekidot !


7. Mountain Mover

maksudnya.. isi dari presentasi kita.. ini nih yang paling penting. sang trainer kudu punya pemikiran : apa yang akan dibawa pulang oleh audience setelah mengikuti training ini.

harus ada manfaatnya loh.

karena ada pepatah (pepatah atau bukan ya?) : seorang trainer itu adalah pencuri waktu , bila hal yang ia sampaikan itu tidak dapat diterima oleh audience.

masa 3 jam ngomong, terus audience ga bawa apa-apa pulang ke rumah, paling cuma snack.

paling nggak, terdapat seuatu semangat baru setelah mengikuti training.

itulah gunanya trainer menjadi mountain mover (bisa membangkitkan semangat orang lain, bisa mengajak untuk berubah menjadi lebih baik), daripada hanya sekedar great public speaker.

loh kok jadi diem?

KAMU BISA ! YA KAMU BISA !

ngomong di depan umum itu ga sulit kok !

asal ada keyakinan bahwa diri ini mampu, diri ini bisa !

trust urself.

Welcome, a mountain mover and great public speaker !😀

3 thoughts on “Tips Ngomong di Depan Umum

  1. hey duin! baru nemu blogmu nih. habis waktu maen ke blogku ratnatalie.wordpress.com kamu pergi tanpa meninggalkan jejak. besok aku ngisi tft nih. makasi ya postingnya. hehe. ^^

  2. eaaak. mantap boy ! habis tft bantu pengondisian shalat ya. eh iya, gmn si caranya supaya kalo aku ngomen tu meninggalkan jejak? uda dioprek” wordpress nya tapi ga nemu eung..

  3. Pingback: [two] Being a Trainer « corat coret si duin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s