[one] Being a Trainer

2 hari ini, tanggal 4 dan 5 agustus 2010, pengalaman baru bagi saya, yaitu menjadi trainer !

wuaaah, sempet dag dig dug der daia juga.
mulai parno
keringet dingin
bibir pecah-pecah dan sariawan (*kalo ini mah gejala panas dalam yak๐Ÿ˜› *)

dan ke-parno-an saya terbukti saat saya salah ngemeng …

saya sempet bilang “asal lambat asal selamat”
*ngasal banget kan ya ngomongnya*

terus ada yang nyelutuk “salah kaaaak! harusnya biar lambat asal selamat, hahahaha, fokus donk kak!”

oh.yes. baru saja saya salah mengeluarkan kata-kata, udah aja saya bilang “nah, itu tadi maksud saya ‘biar lambat asal selamat’ , artinya kalian masih konsentrasi dengan apa yang saya omongkan dari tadi”

anak-anaknya ketawa lagi

hueheee ngeles nya mantap, padahal udah jelas-jelas emang saya salah ngomong, hohohohoho

_____________________________________________________________________________________
hei ! sepertinya saya mulai menikmati euforia ngemeng di depan kelas a.k.a being a trainer

audience itu gak se-menakut-kan yang saya bayangkan
justru seharusnya kita berpikir positif kepada mereka.

Mereka mau ngedengerin kita pasti karena mereka yakin bahwa apa yang kita sampaikan itu sesuatu yang penting kan?
Mereka fokus sama apa yang kita bilang, artinya mereka mencoba mencerna berbagai informasi yang kita sampaikan lewat kata-kata kita kan?

dan mereka pasti tidak pernah berharap kita akan salah ngomong. never! trust me! it works *iklan L-Men*

toh kalopun salah ngomong, ntar ada yang meluruskan kok, kayak kejadian saya di atas

malah, dengan salah ngomong itu, bisa 2 keuntungan !

1. uji konsentrasi peserta

2. menghidupkan suasana (kan biasanya audience bakal ketawa tawa)

trainer diketawain?

gapapa, ga masalah bagi saya, dengan begitu sang trainer dapat memposisikan bahwa dirinya sejajar dengan para peserta . it means NO GAP. it means more friendly.

_______________________________________________________________________________________

begitulah.. secuil pengalaman saya selama 2 hari ini.

intinya : be possitive ! tanamkan di diri kita bahwa KITA BISA !

dan jangan lupa berdoa dulu..kalo do’a saya mah “bismillahi tawakaltu’alallah. la hawla wa la quwwata illa billah. Allahuakbar!*


NB : ngomong itu ternyata menghabiskan banyak energi loh ! mungkin karena durasi nya yang cukup panjang kali ya? 6 jam sehari soalnya. tapi secapek-capeknya saya ngomong, ketika melihat para audience keluar ruangan dengan semangat dan harapan baru, pupus sudah rasa penat dan lelah itu. menguap ntah kemana. seenggaknya itu yang saya rasakan tadi.. hehee

wallahu’alam

9 thoughts on “[one] Being a Trainer

  1. pertama, selamat dulu nih layout blognya baru, lebih kinclong dari yg kemaren yes.
    kedua, selamat udh jd trainer.๐Ÿ˜€
    ketiga, kok byk kali emoticon kucing2 di postinganmu ini?

  2. pertama : iya nih, yang ini theme yang ini tampak lebih soft, y g?
    kedua, haha, saya mah masih amatir
    ketiga, itu bukan kucing, tapi kelinci -____-
    biasalah..lagi kemaruk, baru tau caranya masukin ikon gerak” hehee

  3. pertama : iye, lebih soft dan lebih feminim juga sih.
    kedua : hhe, seiring waktu jg bakal jd profesional kok duin.
    ketiga : apa? itu kelinci y? astgfirullah, gak ngeh loh aku. ~.~

  4. Hihi, aku ketemu dwina loh pas mau shooting video closing INKM..
    dwina lagi di depan kelas jadi trainer… kerennn…๐Ÿ˜€๐Ÿ˜„

  5. asiik teh dwin, bisa ngajarin nih hehhee
    bagi ilmunya teh๐Ÿ™‚ selain untuk trainer, juga materi yg dibawakan ya teh!๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s