you’re always right, mom

“Makanya aik itu dengar apa kata mama” kata mama

“ih, tapi kan aik pengen beli itu” jawab aik, si bungsu di keluarga kami.

“dengar ajalah apa kata mama, apa mama bilang itu selalu benar. Mama bilang : aik jangan pigi , pigi jugak, kena kan, senggol orang” diiringi tertawa renyah setelahnya

saya. mama, dan adik bungsu saya sedang berada di satu ruangan kala itu.

aik ikut tertawa “tapi ga bisa itu ma, pengen kali aik beli barang itu, langka dia”

“udahlah nggak usah, ga perlu itu, surga itu di bawah kaki mama, aik dengar ajalah apa cakap mama”

“iya ma? masa’ di kaki mama?”

“iyalah, coba aja periksa, surga itu di telapak kaki ibu”

ber-puuh ria, namun tetap melanjutkan dialog “kalo misalnya ada orang kaki mamaknya diamputasi kekmana ma? nggak ada lagi lah ya surganya?”

polos bener dah

“ya itu kan kiasan aja, intinya, dibikin kiasan kayak gitu supaya anak itu nurut sama mamaknya. udah ya, nggak usah aik beli lagi itu barangnya, ga perlu itu sama aik. dengar cakap mama”

“haiyaah~~~”

tanpa putus semangat aik masih terus me-lobby

sepotong percakapan ringan antara ibu dan adik saya yang seharusnya sudah beranjak dewasa. udah lama ga dengerin gini live. saya sih mengamati aja. menjadi pendengar yang baik dan menuangkannya disini🙂🙂

dengar apa cakap mama, kalo aik pergi ga ijin ijin, kenapa napa nanti di jalan”

saya kayaknya udah kena’ tuh beberapa kali akibat kata-kata sakti ibu saya. dua kali deh. akibat dari perjalanan saya yang ga bilang-bilang itu, pertama hape saya rusak, dan kedua kamera yang kebetulan saya bawa rusak. kamera pinjeman pula -___-”

di dua waktu berbeda, di dua tempat berbeda. dan sebenarnya tidak diizinkan pergi . maafkan daku mamaaaah TT

yang ada, saya jadi belajar dari pengalaman, kalo kata mama ga boleh ya ga boleh, kalo kata mama jangan pergi ya jangan coba coba. sekarang saya jadi anak penurut deh , anak teladan🙂

emang..kata-kata ibu saya selalu benar

seperti Baginda Rasul yang terus mengucapkan : ibu.. (hingga 3 kali) sebagai orang yang harus kita baktikan pertama kali.  Siapa hai Rasulullah? beliau menjawab : ibumu. Kemudian siapa lagi? ibumu.. Kemudian siapa lagi ? ibumu.. (kemudian siapa lagi? ayahmu)

my mom, my first lady

__________________

pigi = pergi

kekmana = gimana

3 thoughts on “you’re always right, mom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s