Gunung Puntang

Semester genap kemarin, saya coba – coba ngambil matakuliah Geowisata dari jurusan Teknik Geologi. Namanya aja geoWISATA, ya jelas lah belajar tentang wisata ^^ dan kata seorang temen dari jurusan timur jauh itu bakal ada ekskursinya ntar. Wuaaah tambah menarik! Tanpa keraguan, ambil ah kuliah inii

Karena ga mau sendiri, jadilah saya ‘memaksa’ vega, chacha, tami buat ngambil kuliah barengan. Dengan persuasif “ntar ada jalan-jalannya loh” mreka langsung tertarik buat ngambil juga. Asik asik. Setelah ikutan kuliah 1x, tami mau PRS katanya. Emang sih ini kuliah agak sadis, masuk jam 7 di hari Jum’at. Agak agak ga manusiawi buat mahasiswa Tingkat Akhir macam kita, kepagiaaan. Da tapi ini belajar wisata, jam 6 pun saya dateng *lebay* Akhirnya Tami PRS,  sedangkan saya vega chacha bertahan keukeuh tetep ngambil kuliah ini (meskipun telat, ups)😄

Dosennya Pak Budi Brahmantyo, kepala program studi Teknik Geologi saat itu. Dari kuliah kuliahnya terlihat kalo si bapak ini hobi jalan-jalan (banyak fotonya dimana mana)

ini dosennya : Pak Budi Brahmantyo

Kuliah ini didominasi oleh para jumper kuning (anak geologi à yaiyalah!) sama jamer (anak tambang). Sisanya : kita à trio Teknik Lingkungan, 5 orang anak Planologi, dan 2 orang dari Teknik Kelautan.

Dan tibalah hari ekskursi.. janjiannya jam 8 di gerbang depan. Ditentukan bahwa ekskursinya adalah ke Gunung Puntang.. uyeee, dari tahun lalu saya ngidam pengen kesana belum kesampe-kesampean. Alhamdulillah hari ini ada kesempatan, ekskursi bareng geologist dan gratis pulaa~~ Kita berangkat pake bis ITB langsung menuju Gunung Puntang, Bandung Selatan. Perjalanan kesana kira-kira 1.5jam dari kampus.

Bumi Perkemahan Gunung Puntang

Di gunung Puntang ini ada yang namanya Stasiun Malabar, yaitu stasiun radio pertama di Indonesia. Bentuk Gunung Puntang yang kayak parabola itu  yang bikin lokasi Gunung Puntang ini cocok buat sebuah stasiun radio. Bayangkan, di jaman baheula gitu seseorang bisa bercakap-cakap dengan seseorang di Den Haag sana. Pun konon katanya lagu “Halo-Halo Bandung” diinspirasi dari radio ini.

Ini lokasinya

puing puing stasiun malabar

Si stasiun Malabar ini letaknya ga jauh dari pintu masuk plang “selamat datang di Gunung Puntang”. Sayang stasiun Malabar yang jadi kebanggaan Indonesia saat itu sudah tinggal puing-puing. Ceritanya, itu stasiun dibom sama pribumi buat aksi kemerdekaan. Pak Budi nerangin sekilas sejarah Stasiun Malabar ini juga.

ciee Vega nyatet

Then kita bergerak ke Curug Siliwangi, katanya Pak Budi sih doi masih inget jalannya. Jadi ikutin beliau aja. Oke. Perjalanan kita pun berlanjut. Namanya juga gunung, jalannya agak agak nanjak lah ya. Tapi ini jauh lebih santei daripada Gunung Manglayang. Kiri kanan po’on, beware sama po’on berduri ya. Di saat kita lagi riweh dengan po’on berduri ini orang malah narsis foto foto sendiri

aduh vegaa…

Daaan, tiba tiba kedengeran kecipak kecipuk air.. eaa, sungai! Nyebrang sungai lah kita. Perjalanan kita kalo dilagu-laguin jadi gini nih : “mendaki gunung, lewati lembaaah, sungai mengalir indah ke samudra, bersama teman bertualaaang~~” (OST. Ninja Hatori)

Di sungai ini juga si bapak nerangin tentang jenis batuannya. Jenis sungai, jenis aliran dll. Pas nyebrang sungai ini ya tentu saja ya basah, tapi Cuma sebetis doang kok, pilih sungainya di bagian yang dangkal. Dan saya lagi-lagi pake crocs, crocs yang sama saat saya kepeleset di Curug Malela. ga cocok banget buat ke gunung >_< untung aja si crocs ga ikut hanyut di derasnya air sungai

Setelah kira-kira 3 jam tracking+susur sungai, Pak Budi tiba tiba bilang : “saya lupa euy jalan ke curug-nya”

Eaa gubrak. Haha. Jadi daritadi ini kita kemana ya? “ya kan udah lama ga kesini ,udah 2 tahun yang lalu, jadi lupa, haha” Pak Budi juga ikut ketawa. Akhirnya kita berhenti senbentar di deket sungai, duduk di batu batu sungai yang gede sambil makan siang. Makan siangnya udah beli tadi sebelum berangkat.

Yaa.makan udah, dan lirik jam,”Waah udah siang ya, kita balik aja yuk”, seru Pak Budi. Jadilah kita lewat jalur yang sama buat balik, tracking nya lebih cepet sekitar 2 jam kita udah sampe lagi ke titik awal tadi kita berangkat. Dan sebelum pulang, Pak Budi minta salah satu perwakilan tiap jurusan untuk menyampaikan kesan pesannya selama ikut kuliah Geowisata. Dan perwakilan dari TL.. Vega-dul, cieee

cie vega lagii

ini karya bapak Budi loh. XQC means ekskursi . gahull

Gitu deh ekskursi matakuliah Geowisata 2012. Buat kamu kamu anak ITB yang suka jalan-jalan alam, makul ini pas banget lah. Menambah pengetahuan kamu tentang objek wisata yang “ngga biasa”. Dari kuliah ini saya jadi tau istilah caving atau menyusuri gua. Dan saya baru tau kalo ada gua vertikal di Sukabumi macem di film film itu. Aihh, bergejolak pengen kesana ^^.

Nilainya juga lumayan kok, walaupun ngga paket A, tapi seru kok. Nambah temen geologist juga ulala~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s