a misty Burangrang

Hiking kali ini, kita pilih Gunung Burangrang yang waktu tempuh ke puncaknya cukup pendek, sekitar 3-4 jam. Burangrang, terletak di daerah Cisarua, Bandung. Dari terminal Ledeng kira-kira 45 menit lagi, dekat dengan tempat main baru, Dusun Bambu😀 Kali ini saya coba nulisnya digabung sama itinerary kasar ya.

06.00 am @ meeting point

Meeting Point di Indomaret sebrang Terminal Ledeng. Buat yang bawa kendaraan bisa parkir di UPI.

Berhubung pada belum kenal semua, jadi saling curiga.saya sendiri cuma kenal beberapa, Cuma 5 orang dari total 11 peserta. Beberapa orang itu juga saya kenalnya dari hiking random ke Gn. Rakutak beberapa bulan lalu

Dan ketika pada tunggu-tungguan di sana…datanglah seorang pemuda, liat dari kostumnya sih kayaknya mau hiking, hm

“Bu Rangrang ya?” katanya tetiba kepada kami bertiga.

“eh iya iya” jawab Isna

Oh. Ini salah satu peserta hiking hari ini, namanya Iqbal, anak kimia juga sama kayak Miranti dan irika.

“Rang- Rang ga ikut, ini Bu Isna, Bu Ayu, dan Bu Cici” jawab saya, ngasal😛

Cara perkenalan yang aneh…

07.30 am @ masih di Ledeng

Akhirnya kita lengkap ber-11 dan segera menaiki angkot yang sudah dicarter menuju Pos Komando. Di angkot kita kenalan lagi, supaya lebih akrab ceritanya. Trip kali ini terdiri dari 6 cewe dan 5 cowo. 6 Bu rang-rang dan 5 Pa Rang-rang J

Bu Rang-Rang are : duin.miranti.irika.isna.ayu.cici

Pa Rang-Rang are : ugun.yoga.hendro.amri.iqbal

Jangan lupa kenalan juga sama supir angkotnya, buat janjian pas pulang. Mang Ujang namina. Nomer hape : (by request)

08.15 am @ Pos Komando

-intro dulu dikit-

Menuju puncak Burangrang, ada 2 jalur alternatif yang dikenal masyarakat, yaitu Jalur Komando, Cimahi dan Jalur Legok Haji atau Cisurupan, Cimahi. Jalur Komando –kata Yoga- nanti disuruh bayar karna ada tentara yang jagain , sementara Jalur Legok Haji tidak kami pilih karna lebih jauh dari meeting point. Seorang kawan menyarankan alternatif lain masuk Burangrang, lewat suatu masjid. Banyak yang gatau jalur ini, maka saya namakan jalur ini dengan Jalur Si Kawan. Oke.

Berhubung Burangrang sering dipakai latihan menembak buat tentara, rasa-rasanya kok ga enak kalo ga lewat jalur resmi. Khawatir ada apa apa (peluru nyasar?), maka kita memutuskan buat lewat Jalur Komando saja.

-intro selesai-

Dan bener kata Yoga, sampe sana kita dicegat ibu-ibu. (loh kok bukan tentara?). eh rupanya ini ibu ibu Perhutani. Katanya Burangrang ini dikelola oleh Perhutani, bukan tentara, jadi bayar registrasi masuknya melalui Perhutani. 10 rb/orang. Namun kita ga terima tiket apapun, kata ibunya sih emang belum ada,padahal udah 4 tahun dikelola. Ya..ya..

08.30 am 

Perjalanan dimulai.

Mulai penanjakan disambut dengan gerimis yang temaram. Orang orang pake poncho pake raincoat, saya pake payung ^_^ payung merah. Setelah pemanasan dan berdoa dan yell yell (ini failed) kita memulai penanjakan. Awal penanjakan jalur masih landai dan kita disuguhi pemandangan pohon pinus. Semakin ke atas makin rame pinusnya. Suasana makin syahdu dengan disuguhi kabut. Misty. Serasa di wonderland, dan saya, a little red riding hood -_-a

misty

 

mistyy

Makin ke atas jalur makin sempit, dan si umbrella red ini akhirnya pake poncho. Oh yes. Repot coy pake payung. Dan dimulailah jalur yang menantang, memainkan mental ._. nanjak nya kudu pegangan ke akar-akar pohon, mirip Gn. Manglayang menurut saya. Jalur yang nanjak mulu ini diselingi dengan banyak bonus (jalur datar), yang kalo istilah teman saya : puncak PHP (eh dia curhat😛 )

@puncak PHP

Hujan makin ganas, menurut Yoga jalan di depan makin sempit, jadi dia agak khawatir dan kita memutuskan istirahat dulu, sambil ngemal ngemil.

Keujanan itu ….asik. Kayak titik titik air yang menyentuh wajah, seger banget rasanya. Makan, sambil ujan ujanan sembari ngobrol ringan. Terasa hangat. Subhanallah..

Berasa aga redaan, baru kita lanjut lagi.

BREAK

tanjakan

Di tengah jalan kita sempat ketemu sama 2 orang pendaki yang udah 7 jam hiking tapi belum dapet puncak sehingga mereka memutuskan turun lagi. lah, dia juga lewat jalur yang mau kita lewatin, dia aja ga nyampe…kumaha nasib kita orang?  “Maneh yakin lewat sini Yog?” tanya Ugun selaku team leader.

Si Yoga yang ditanya pun menjawab dengan tegas “saya juga ga yakin sih sebenernya”

Tapi berhubung, teu aya jalan lain, jadi kita lanjut aja, dan bener, kok jalannya jadi turunan ya. Apa kita muter nih? Mulai bingung, tapi kita tetep lanjut, sampe suatu titik si Yoga bilang “iya bener kok, saya pernah lewat sini, ini udah mau ke puncak” eaa

12.30 pm @ 2050 mdpl

puncak

Tanjakan terakhir menuju puncak emang paling sulit sih, sampe ada tali disana (gatau punya siapa) buat ngebantu kita nyampe puncak. Capek? Jelas.

Buat saya pribadi, rasa itu muncul lagi, tadi kan capek tuh nanjak, pengennya udahan aja, kaki udah lemes dan segambreng alasan lainnya. Tapi ketika nyampe puncak, itu semua nguap. Hilang gatau kemana. Dan kalo kata saya nyampe puncak itu bukan naklukin gunungnya, tapi naklukin ego diri sendiri. Berhasil melawan semua “penyakit” tadi dan nyampe ke puncak…Alhamdulillah

Bahagia? Pasti😀😀

Makan siang, shalat, narsis. Segera lah teh Ayu dan Mas Hendro ngeluarin kamera kerennya masing-masing. Thx God mereka ikut dalam trip ini ^_^

Sambil terus diguyur hujan rerintikan. Aktivitas narsis sih ga terganggu gugat.

SHALAT

Bu Rang Rang

Bu Rang Rang

Pa Rang Rang

Pa Rang Rang

02.00 pm

Saatnya turun. Tapi kita belum punya foto full team nih, karna ga ada yang bawa tripod atau apalah. Saat inilah saya sadar bahwa tongsis itu penting ya ternyata😛

Ga ada tongsis, tongmas pun jadi. . tongmas -> tolong dong mas.. hehe

Perjalanan turun lebih dahsyat lagi. selain jalanan yang licin karna bekas hujan, juga curam. saya sampe ga habis pikir, tadi tu saya nanjak tanjakan macam begini..ckckck. kok iso

Perjalanan turun sudah ga hujan lagi, jadilah ketika memasuki hutan pinus, Nampak langit biru yang cantik. Pemandangan ke bawah yang wow. Beberapa pendaki mendirikan tenda di spot yang keren, malam disuguhi dengan city-lights.

Dan untuk pulang kita ga lewat Komando lagi,langsung menuju masjid lewat Jalur Si Kawan.

clear sky

clear sky

05.00 pm @ Masjid Ar-Rahman

Bebersih dan shalat ashar. Mang Ujang udah nungguin siap mengantarkan kami kembali ke titik nol.

Bye Burangrang, terimakasih buat perjalanan hari ini. Bigthx everyone,dan terima kasih sudah membaca🙂

photo by : miranti
Budget
Pos masuk : 10 rb/orang (kalo lewat Jalur Si Kawan, abaikan point ini)
Angkot PP : 20 rb/orang (pinter pinter nawar sama mang-nya aja)
Lunch : 12 rb (bawa bekel dari rumah bakal lebih hemat, dan sehat ^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s