Perawatan Takakura

Panduan Penggunaan Keranjang 

  1. Buka keranjang Takakura, kain penutup dan bantalan sekam
  2. Memasukkan dan mengubur Sampah

Gali kompos, dengan sekop kecil yang disediakan, tepat di tengah kompos yang sudah jadi, sehingga terbentuk lubang. Sesuaikan ukuran galian dengan jumlah sampah yang akan dimasukkan.

Masukkan sampah organis yang akan anda kompos, kemudian timbun sampah tadi dengan menggunakan kompos yang ada di tepian lubang. Sehingga sampah tertutupi dengan kompos yang sudah jadi.

Untuk mempercepat dan mempermudan proses pengomposan, anda disarankan untuk memotong-motong dulu sampah organis menjadi sepanjang 1-2 setimeter. Ini bukan keharusan, tetapi saran untuk mempercepat proses pengolahan.

  1. Menutup kembali keranjang Takakura

Tutup kembali bantal sekam, kain penutup dan penutup keranjang.

Bantalan sekam dan kain berfungsi mencegah lalat masuk dan bertelur didalam keranjang pengolahan sampah yang dapat menimbulkan belatung. Bila telur lalat sempat terbawa pada sampah yang dimasukkan ke dalam keranjang, penutup ini mencegah lalat keluar dari keranjang dan akan mati di dalam keranjang. Dengan kedua alat ini, penutupan terjadi, tetapi udara tetap dapat keluar masuk.

Apa yang perlu dilakukan bila keranjang penuh?

Ini adalah saatnya memanen kompos !

Bila keranjang penuh, maka 1/3 dari kompos yang sudah jadi dapat kita ambil.

  1. Keluarkan sampah bagian atas, pindahkan ke penampungan sementara (karung dll).
  2. Ambil kira-kira sepertiga bagian bawah, untuk digunakan sebagai kompos.
  3. Masukkan kembali kompos dan sampah organis yang belum terurai sempurna, hingga keranjang takakura kembali terisi 2/3 nya. Tempatkan sampah organis yang belum mengurai di bagian bawah.

Kompos yang dipanen kita matangkan di tempat yang terlindungi dari sinar matahari selama setidaknya satu minggu. Setelah itu, kompos siap digunakan.

Anda dapat juga memanen kompos sebelum keranjang penuh, dengan cara seperti di atas. Sisakan setidaknya 1/3 kompos. Campurkan sisa kompos dengan sekam, sampai volumenya mendekati 2/3 volumen wadah. Aduk-aduk dengan air sampah campuran cukup lembab. Tambahkan beberapa genggam bekatul, dan segelas larutan air gula.

Perawatan Keranjang Takakura

Kapan perlu merawat kompos di dalam keranjang ?

Dengan merawat kompos yang berada di dalam keranjang, anda menjaganya agar bekerja optimal. Pekerjaan perawatan tidak perlu dilakukan secara rutin. Sebenarnya starter sudah mendapatkan apa yang dibutuhkannya untuk hidup dari sampah yang anda masukkan (air dan berbagai jenis nutrisi). Jadi dalam keadaan normal, anda tidak perlu melakukan kegiatan perawatan khusus. Tetapi, ada saja keadaan yang membuat keadaan kompos menjadi tidak normal.

Tanda-tanda kompos di dalam keranjang membutuhkan perawatan :

  1. terlalu kering atau terlalu basah
  2. terlalu padat/kurang gembur
  3. timbul bau tak sedap
  4. kompos menjadi dingin
  5. penguraian sampah lebih lambat dari biasanya

Bila keadaan kompos cukup lembab, terlebih lagi bila terasa hangat, maka biasanya anda tidak perlu melakukan perawatan apapun

Yang penting anda memiliki kepekaan melihat tanda-tanda ‘ketidaknormalan kompos’, setiap kali anda memasukkan sampah ke dalamnya. Kepekaan ini berkembang sejalan dengan ‘jam terbang’ anda dengan keranjang Takakura:

Bagaimana cara merawat kompos di dalam keranjang ?

  1. Periksa secara rutin kelembaban kompos. Kompos perlu terasa basah tetapi tidak becek. Bila terlalu kering semprotkan atau perciki dengan air sambil diaduk. Air yang digunakan tidak perlu air bersih, asalkan tidak mengandung sabun atau bahan-bahan beracun. Anda dapat menggunakan misalnya sisa mencuci sayur/daging/beras/teh/kopi. Air ini bahkah mengandung nutrisi tambahan yang bermanfaat bagi kompos.
  2. sesekali aduk-aduk sampai agak dalam, agar starter kompos bagian dalam terjaga kegemburannya.
  3. sesekali anda dapat menambahkan beberapa genggam serbuk gergaji, sekam padi, daun kering atau tanah subur dari kebun, untuk mengoptimasi fungsi kompos.
  4. Bila anda ingin mempercepat pengkomposan, sesekali bisa ditambahkan beberapa genggam bekatul. Bekatul memberikan nutrisi tambahan yang akan meningkatkan kinerja bakteri. Selain itu, anda juga dapat menambahkan larutan gula atau air bekas cucian beras.

Merawat komponen Takakura

  • Cuci kain penutup satu minggu sekali
  • Dalam 3-6 bulan kardus biasanya sudah mulai rusak dan perlu diganti. Keluarkan terlebih dahulu seluruh kompos sebelum mengganti kardus. Kardus dapat diperoleh dengan harga murah di pasar. Sisa kardus lama dapat dikompos di dalam Keranjang Takakura.

Bagaimana saya tahu keranjang Takakura sedang bekerja dengan baik ?

Tanda yang terpenting adalah, volume sampah yang anda masukkan berkurang terus dan keranjang tidak cepat penuh.

Selain itu, bila anda merasa kompos dalam keranjang dalam keadaan hangat, ini berarti sedang dalam keadaan sangat baik, dan mengkompos dengan cepat.

Mengatasi masalah Takakura

Terkadang ada saja hal-hal membuat kompos di dalam keranjang takakura mengalami kondisi tidak normal yang ekstrim. Ada dua masalah yang paling sering terjadi, yaitu munculnya bau tidak sedap dan pengkomposan yang terhenti. Berikut ini cara mengatasi kedua masalah tersebut.

  1. mengatasi bau tidak sedap : ada banyak hal yang menyebabkan kompos menghasilkan bau tidak sedap, namun umumnya anda dapat mengatasinya dengan mencampurkan sejumlah sekam ke dalam kompos (semakin bau semakin banyak). Aduk-aduklah hingga merata. Kemudian tutup kembali keranjang Takakura.
  2. bila pengkomposan terhenti dan menjadi dingin : ini biasanya terjadi karena pengurai berhenti bekerja akibat kondisi lingkungan yang menjadi tidak normal atau kekurangan nutrisi tertentu. Untuk ’membangunkan’ kembali para pengurai, anda dapat menambahkan beberapa genggam bekatul dan segelas larutan air gula. Aduk-aduk hingga merata.

Bila dalam tiga hari kondisi kompos tidak mengalami perbaikan, cobalah minta bantuan pada yang lebih memahami masalah pengkomposan.

Mengapa Takakura Mengalami Masalah ?

Takakura mengalami masalah biasanya karena :

Penyebab masalah Cara Mengatasi
1.     Terlalu banyak sampah dimasukan sekaligus (lebih dari 1 kg per hari). Prinsip pengkomposan dengan Takakura adalah kompos jadi harus jauh lebih banyak dari sampah yang akan diuraikan. Tambahkan banyak sekam. Aduk-aduk dengan kompos di dalam Takakura. Bila dalam beberapa hari ternyata kompos masih dingin, coba tambahkan bekatul.
2.     sampah terlalu basah atau terlalu kering. §   Bila terlalu basah, tambahkan sejumlah sekam dan aduk-aduk dengan sampah lainnya.

§   Bila terlalu kering, tambahkan air dan aduk-aduk. Lebih baik gunakan air bekas cucian beras atau rebusan sayur, karena menambah nutrisi. Usahakan tidak menggunakan air PDAM yang mengandung kaporit.

3.     takakura terlalu lama tidak diisi sampah. §   Tambahkan kembali sampah dan air, aduk-aduk. Sampah kaya karbohidrat (nasi dll) dan buah bagus untuk membangunkan kembali para pengurai. Kalau dalam beberapa hari, kompos tidak menjadi hangat, tambahkan kembali sejumlah bekatul,dan bila dirasa perlu, sejumlah sekam.

§   Bila jumlah kompos telah menjadi terlalu sedikit (kurang dari ½ tinggi wadah), campurkan sekam hingga tingginya mendekati 2/3. Tambahkan beberapa genggam bekatul. Aduk hingga merata.

 Bila kompos terlalu cepat digunakan dikuatirkan akan membuat tanaman kekurangan nitrogen (daun menjadi kuning).*semua tulisan ini dikutip dari Buku Manual Penggunaan Komposter Metode Keranjang Takakura*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s