Ibu Profesional

Materi ke-2 Matrikulasi IIP

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2
🙋MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA🙋
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #4? Pekan ini kita akan belajar bersama 

a. Apa Itu Ibu Profesional?

b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?

c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?

d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?
🍀APA ITU IBU PROFESIONAL?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): — jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: — negeri; — kota;
Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak –; 

Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang : 
a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.

b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.
🍀APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.
🍀MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi

guru utama dan pertama bagi anaknya.

2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya

sehingga menjadi keluarga yang unggul.

3. .Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya

4. Meningkatkan peran ibu menjadi “change agent” (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

🍀VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

🍀BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :

a. Bunda Sayang

Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan

Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif

Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha

Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.
🍀APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?

 

“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka. 
Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :
BUNDA SAYANG

a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?

b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?

c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?

d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?
BUNDA CEKATAN

a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?

b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.

c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?

d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga
BUNDA PRODUKTIF

a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?

b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?

c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?

d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?
BUNDA SHALEHA

a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?

b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?

c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?

d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?
Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan
Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:

“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto
Salam Ibu Profesional

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
📚SUMBER BACAAN:

Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008

Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012

Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013

Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014

Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015

Review NHW#1

Langsung copy paste Dari sumber asli ya..yaitu Grup WhatsApp Matrikulasi IIP Bandung :

Review NHW #1

📚ADAB SEBELUM ILMU📚

Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta Matrikulasi IIP Batch #4?

 

Tidak terasa sudah 1 pekan kita bersama dalam forum belajar ini. Terima kasih untuk seluruh peserta yang sudah “berjibaku” dengan berbagai cara agar dapat memenuhi “Nice Homework” kita. Mulai dari yang bingung mau ditulis dimana, belum tahu caranya posting sampai dengan hebohnya dikejar deadline:).
 Insya Allah kehebohan di tahap awal ini, akan membuat kita semua banyak belajar hal baru, dan terus semangat sampai akhir program.
Di NHW#1 ini, tidak ada jawaban yang benar dan salah, karena kita hanya diminta untuk fokus pada ilmu-ilmu yang memang akan kita tekuni di Universitas Kehidupan ini. Yang diperlukan hanya dua yaitu FOKUS dan PERCAYA DIRI. Jangan sampai saat kuliah dulu kita salah jurusan, bekerja salah profesi, sekarang mengulang cara yang sama saat menapaki kuliah di universitas kehidupan, tapi mengaharapkan hasil yang berbeda. Kalau pak Einstein menamakan hal ini sebagai “INSANITY”
INSANITY : DOING THE SAME THINGS OVER AND OVER AGAIN,AND EXPECTING DIFFERENT RESULT – Albert Einstein
Setelah kami cermati , ada beberapa peserta yang langsung menemukan jawabannya karena memang sehari-hari sudah menggeluti hal tersebut. Ada juga yang masih mencari-cari, karena menganggap semua ilmu itu penting.
Banyak diantara kita menganggap semua ilmu itu penting tapi lupa menentukan prioritas. Hal inilah yang menyebabkan hidup kita tidak fokus, semua ilmu ingin dipelajari, dan berhenti pada sebuah “kegalauan” karena terkena “tsunami informasi”. Yang lebih parah lagi adalah munculnya penyakit “FOMO” (Fear of Missing Out), yaitu penyakit ketakutan ketinggalan informasi. Penyakit ini juga membuat penderitanya merasa ingin terus mengetahui apa yang dilakukan orang lain di media sosial. FOMO ini biasanya menimbulkan penyakit berikutnya yaitu”NOMOFOBIA”, rasa takut berlebihan apabila kehilangan atau hidup tanpa telepon seluler pintar kita.
Matrikulasi IIP batch#4 ini akan mengajak para bunda untuk kembali sehat menanggapi sebuah informasi online. Karena sebenarnya sebagai peserta kita hanya perlu komitmen waktu 2-4 jam per minggu saja, yaitu saat diskusi materi dan pembahasan review, setelah itu segera kerjakan NHW anda, posting dan selesai, cepatlah beralih ke kegiatan offline lagi tanpa ponsel atau kembali ke kegiatan online dimana kita fokus pada informasi seputar jurusan ilmu yang kita ambil. Hal tersebut harus diniatkan sebagai investasi waktu dan ilmu dalam rangka menambah jam terbang kita.
Katakan pada godaan ilmu/informasi yang lain yang tidak selaras dengan jurusan yang kita ambil, dengan kalimat sakti ini :
MENARIK, TAPI TIDAK TERTARIK
Apa pentingnya menentukan jurusan ilmu dalam universitas kehidupan ini?
JURUSAN ILMU YANG KITA TENTUKAN DENGAN SEBUAH KESADARAN TINGGI DI UNIVERSITAS KEHIDUPAN INI, AKAN MENDORONG KITA UNTUK MENEMUKAN PERAN HIDUP DI MUKA BUMI INI.
Sebuah alasan kuat yang sudah kita tuliskan kepada pilihan ilmu tersebut, jadikanlah sebagai bahan bakar semangat kita dalam menyelesaikan proses pembelajaran kita di kehidupan ini.
Sedangkan strategi yang sudah kita susun untuk mencapai ilmu tersebut adalah cara/kendaraan yang akan kita gunakan untuk mempermudah kita sampai pada tujuan pencapaian hidup dengan ilmu tersebut.
Sejatinya,
SEMAKIN KITA GIAT MENUNTUT ILMU, SEMAKIN DEKAT KITA KEPADA SUMBER DARI SEGALA SUMBER ILMU, YAITU “DIA” YANG MAHA MEMILIKI ILMU
Indikator orang yang menuntut ilmu dengan benar adalah terjadi perubahan dalam dirinya menuju ke arah yang lebih baik. 
Tetapi di Institut Ibu Profesional ini, kita bisa memulai perubahan justru sebelum proses menuntut ilmu. Kita yang dulu sekedar menuntut ilmu, bahkan menggunakan berbagai cara kurang tepat, maka sekarang berubah ke Adab menuntut ilmu yang baik dan benar, agar keberkahan ilmu tersebut mewarnai perjalanan hidup kita.
MENUNTUT ILMU ADALAH PROSES KITA UNTUK MENINGKATKAN KEMULIAAN HIDUP, MAKA CARILAH DENGAN CARA-CARA YANG MULIA
Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber Bacaan :

Hasil Penelitian “the stress and wellbeing” secure Envoy, Kompas, Jakarta, 2015

Materi “ADAB MENUNTUT ILMU” program Matrikulasi IIP, batch #4, 2017

Hasil Nice Home Work #1, peserta program Matrikulasi IIP batch #4, 2017

NHW#1

Bismillahirrahmanirrahim..

Lanjutan postingan kemaren..kewajiban sebagai peserta matrikulasi IIP adalah mengerjakan Nice Home Work (NHW) setiap selesai satu materi. Dari materi Adab Menuntut Imu lalu..ini dia NHW nya…

  1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan ditekuni di universitas kehidupan ini.

Saat ini saya sedang menjalankan sebuah usaha dan bertekad menekuni bidang entrepreneurship. Bidang entrepreneurship mencakup bidang marketing, finance, human resource, innovation, technology, etc. Saat ini saya sedang belajar satu satu dimulai dari bidang marketing khususnya digital marketing. Saya membuat jangka waktu dalam  mempelajari tiap ilmu. Setiap ilmu tadi saya beri waktu 3 bulan untuk mengexplore. Saya memilliki mentor dan sebuah bisnis yang sedang berjalan untuk mengaplikasikan ilmu tersebut.

  1. Alasan ingin mendalami ilmu tersebut..

sebagai seorang wanita yang nantinya insyaallah akan menikah dan memiliki anak.. saya bercita cita untuk menjalani peran saya sebagai istri dan ibu dengan sebaik baiknya, dengan cara menjadi ibu profesional dan tetap memilki penghasilan. Sebelumnya saya adalah seorang karyawati yang bekerja di sebuah perusaan konsultan dengan jam kerja dari pagi hingga petang, terkadang hingga malam dan bahkan weekend pun masih bekerja jika load kantor sedang tinggi. Saya menyukai pekerjaan saya dan dan tidak ada masalah dengan waktu kerja karena saya masih single.
Continue reading

Adab Menuntut Ilmu

Berikut langsung saya paste materi 1 Dari Komunitas IIP :

PROLOG 1KELAS MATRIKULASI BATCH #4

INSTITUT IBU PROFESIONAL 

☘☘☘☘

ADAB MENUNTUT ILMU

Senin, 15 Mei 2017

Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU 

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan

Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya

☘ADAB PADA DIRI SENDIRI

a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.

Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

☘ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)

a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

☘ADAB TERHADAP SUMBER ILMU

a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat

Referensi :

Turnomo Raharjo,

Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.

Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah,

2014, hlm. 5

Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015
Sssttt… setelah materi diberikan terjadi diskusi seru di grup..beberapa menyampaikan pengalaman pribadi dan yang lain memberikan pendapat juga. Daaaan ternyata setelah selesai 1 pertemuan, kita diberikan PR atau istilah nya Nice Home Work (NHW).. hmmm postingan selanjutnya akan saya share tentang PR saya –> Karna wajib di post di blog hahahha

Komunitas Baru

Jadi ceritanya bulan lalu saya join sebuah komunitas bernama “Ibu Ibu Profesional”

Ngapain join, du?

Sejatinya memang masih single, namun suatu saat kan akan menjadi ibu insyaallah sehingga mempersiapkan diri untuk peran itu. Semoga dapat menjadi sumber ilmu yang baik dan berkah 🙂

Saat ini sedang mengikuti program matrikulasi. Isinya adalah kuliah online sebanyak 9 pertemuan dengan berbagai ilmu untuk menjadi ibu profesional.

Founder nya adalah Ibu Septi Peni Wulandani. Beliau adalah sosok yang mengatakan bahwa pesan ibu Harus dijalani secara profesional, tidak kalah keren dengan wanita karir

Ceritanya sekitar 2 tahun yang lalu saya pernah ikut sebuah seminar yang menghadirkan Ibu Septi Peni sebagai pembicara. Seminar itu kalau tidak salah mendiskusikan mengenai peran ibu, Beliau juga bercerita tentang Cara mendidik ke-3 anaknya… setelah kepo kepo ke 3 anak Ibu Septi ini mempunyai prestarsi yang memukau (penasaran kaaan, coba deh googling). Anak anak yang memukau ini tentu tidak terlepas dari peran orang tua sebagai pendidik utama. Sejak saat itu saya ngefans Sama si ibu 😆 yeay 

Maka ketika seorang teman merekomendasikan program Matrikulasi Ibu Profesional dengan Ibu Septi Peni sebagai tokohnya, saya tidak ragu untuk segera bergabung 🙂

Awal bulan Mei bergabung dan isi grup nya adalah ibu ibu dengan semangat berkobar kobar, wanita wanita tangguh yang aktif berdiskusi –> first impression

Saya tergabung dalam Grup IIP regional Bandung. Jadi grup IIP ini tersebar di beberapa Kota di dalam dan bahkan ada yang di luar negri. Semangat belajar wanita Indonesia patut diacungi jempol 😆😆

Baiklah..segitu intronya ya..Postingan selanjutnya akan saya “Beberkan” Isi kuliah IIP. Bagi yang belum kebagian slot atau mau tau kuliahnya. Wait for the next post!

Kisah Sang Pengepul Barang Bekas

Tugas pertama sebagai detektif

Cerita hasil survey 1 feb 2015 lalu…

Adalah Bapak Erman, sang pengepul barang-barang bekas sejak lebih dari 30 tahun lalu. Lapak Bp. Erman terletak di Jl. Dr. Rum, Kecamatan Cicendo, Bandung. Tidak jauh dari Istana Plaza. Lapak ini menerima 4 macam barang bekas, yaitu : Kardus, Duplex, Koran dan Kertas HVS. Untuk kardus, Koran dan kertas HVS dihargai Rp. 1.300/kg, sedangkan untuk duplex dihargai Rp. 400/kg. Lapak ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.30 – 14.00. Setiap hari lapak ini bisa menghasilkan 3 kwintal barang bekas, selanjutnya barang barang in iakan diangkut ke pabrik kertas Papyrus di Jl. Banjaran, Bandung.

Dalam usahanya, Bp. Erman dibantu oleh 4-5 anggota pengumpul barang bekas yang menggunakan gerobak. Para pemulung ini mengumpulkan barang bekas dari kantor atau dari rumah, mereka juga bisa dipanggil ke rumah untuk nantinya mengambil barang bekas kita. Bahkan salah satu pemulung mengaku pernah mengambil barang hingga ke Cimahi.

Dari usaha sederhana ini Bp. Erman bisa menyekolahkan anak pertamanya hingga lulus sarjana dan sekrang telah bekerja di salah satu BUMN ternama. Alhamdulillah 🙂

*tim detektif bebas sampah id*
Bp. Erman dan anggota

Bp. Erman (kiri atas bawah) dan anggota (kanan atas bawah)

Perawatan Takakura

Panduan Penggunaan Keranjang 

  1. Buka keranjang Takakura, kain penutup dan bantalan sekam
  2. Memasukkan dan mengubur Sampah

Gali kompos, dengan sekop kecil yang disediakan, tepat di tengah kompos yang sudah jadi, sehingga terbentuk lubang. Sesuaikan ukuran galian dengan jumlah sampah yang akan dimasukkan.

Masukkan sampah organis yang akan anda kompos, kemudian timbun sampah tadi dengan menggunakan kompos yang ada di tepian lubang. Sehingga sampah tertutupi dengan kompos yang sudah jadi.

Untuk mempercepat dan mempermudan proses pengomposan, anda disarankan untuk memotong-motong dulu sampah organis menjadi sepanjang 1-2 setimeter. Ini bukan keharusan, tetapi saran untuk mempercepat proses pengolahan.

  1. Menutup kembali keranjang Takakura

Tutup kembali bantal sekam, kain penutup dan penutup keranjang.

Bantalan sekam dan kain berfungsi mencegah lalat masuk dan bertelur didalam keranjang pengolahan sampah yang dapat menimbulkan belatung. Bila telur lalat sempat terbawa pada sampah yang dimasukkan ke dalam keranjang, penutup ini mencegah lalat keluar dari keranjang dan akan mati di dalam keranjang. Dengan kedua alat ini, penutupan terjadi, tetapi udara tetap dapat keluar masuk. Continue reading

Komposter Takakura

Sekilas tentang TAKAKURA..

Keranjang pengomposan metode TAKAKURA ini pertama kali dikembangkan dan diperkenalkan oleh salah satu organisasi di kota Surabaya yang bernama PUSDAKOTA (Pusat Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan) Surabaya. Nama TAKAKURA sendiri merupakan nama seorang Professor dari Jepang yang membantu riset dan pengembangan model pengomposan rumah tangga dan sekolah. Untuk menghargai jasa beliau, maka namanya diabadikan menjadi nama model keranjang pengomposan yang telah dipatenkan oleh PUSDAKOTA.

Mengapa anda perlu mengompos ?

  1. Mengompos secara benar akan mencegah sampah organis anda menimbulkan bau tak sedap dan menjadi tempat berkembang biak bibit penyakit.
  2. Sampah organis umumnya mencakup 50% sampah rumah tangga, hanya dengan mengompos, anda telah mengurangi 50% sampah anda. Bayangkan bila semua rumah tangga melakukan hal ini. Milyaran dana akan dihemat oleh setiap kota untuk membiaya transportasi sampah, pengelolaan Tempat Penyimpanan Sampah dan mengatasi berbagai dampak lingkungan dari kedua kegiatan tersebut.
  3. Dengan mengompos anda dengan sendirinya akan memisahkan sampah non organis (plastik, logam, kaca) dari sampah organis. Manfaatnya :
    1. Tingkat daur ulang dan biaya daur ulang sampah non organis akan meningkat signifikan. Serahkanlah sampah non organis pada para pemulung. Diperkirakan, dengan bantuan para pemulung, anda akan mengurangi sampah non organis sampai 20%-30%. Artinya bersama dengan kegiatan mengkompos anda telah mengurangi masalah sampah sampai 70% sampai 80%!
    2. Proses pembusukan sampah organis yang bercampur dengan sampah non organis akan mendorong lepasnya racun-racun dari sampah plastik dan batu baterai.
  4. Mengurangi pencemaran ke sungai-sungai atau air tanah.
  5. Membantu mencegah pemanasan global, karena dalam kompos sebagian besar karbon dari sampah anda tidak terlepas ke udara (sebagai CO2 atau CH)
  6. Dan…
  7. tentu saja KOMPOS yang anda hasilkan dari kegiatan ini akan menjadi mitra anda untuk berkebun tanpa pupuk kimia. Atau, kalaupun anda membuangnya, kompos akan menambah kesuburan tanah.

Continue reading

New Page

fuuh fuuuuh

(meniup debu di blog ini, kemudian ambil sapu dan pel karna debunya terlalu tebal)

sudah hampir 191 hari blog ini jablay *euleuh*

let’s go back to travel write!

dimulai dengan fakta pariwisata Indonesia terkini, yang saya cuplik dari http://insanwisata.com/peluang-pengembangan-pariwisata-di-indonesia/

monggo 🙂

Indonesia memiliki keanekaragaman kekayaan yang dijadikan potensi dalam pengembangan pariwisata. Berikut ini adalah beberapa keunggulan Indonesia yang dihimpun dari berbagai sumber.

1129459-peta-indonesia-620X310

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri atas 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). Di antara pulau-pulau tersebut, tiga dari enam pulau terbesar di dunia ada di Indonesia, yaitu Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dengan luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2), dan Papua (421.981 km2).

  • Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93.000 km2 dan panjang pantai sekitar 81.000 km2 atau hamper 25% panjang pantai di dunia.
  • Dalam spesies ikan, Indonesia mempunyai spesies ikan hiu terbanyak di dunia, yaitu sebanyak 150 spesies.
  • Indonesia merupakan negara megabiodiversity kedua di dunia. Sebagai salah satu contoh, Indonesia memilikibiodiversity anggrek terbesar di dunia (6.000 jenis anggrek), dari yang terbesar seperti Anggrek Macan (Grammatophyllum speciosum) sampai yang terkecil, termasuk anggrek hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.
  • Dalam hal kekayaan fauna, terdapat binatang purba yang masih hidup, komodo, yang merupakan kadal terbesar dan satu-satunya di dunia dengan panjang yang mencapai tiga meter dan beratnya dapat mencapai 90 kilogram, yang terdapat di Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur.
  • Kekayaan alam bawah lautnya yang juga tidak kalah menarik. Alam bawah laut Wakatobi (Sulawesi Tenggara) memiliki 750 spesies karang dari 850 spesies yang ada di dunia. Dibandingkan dengan Red Sea yang hanya memiliki 200 spesies dan Karibia yang hanya memiliki 70 spesies. Bahkan lebih dari 2000 jenis ikan dan 500 jenis terumbu karang (The Coral Triangle

Hei semoga saya istiqomah menulis, se-engga-nya satu tulisan sebulan. tentang apapun. corat coret aja, duin 🙂      see ya!

Hujan di tanggal lima

Cimahi, 13.22, siang hari

hujan. aku. di kantor.

(sumber : google)

(sumber : google)

 

Hujan saat mustajab untuk berdoa,maka berdoalah..

Terima kasih kepada seluruh keluarga, kerabat, teman-teman yang mendoakan saya hari ini. Semoga doa-doa indah yang teruntai tak hanya diaamiini manusia, tapi juga para malaikat. Semoga doa-doa tersebut kembali kepada yang mendoakan.

Jazakallah khair^^

hujan siang ini, hujan di tanggal lima bulan Juni, semoga mendatangkan keberkahan dan kebermanfaatan

“Ya Allah, turunkan pada kami hujan yang bermanfaat”

 

dua puluh tiga tahun dwina

dua puluh tiga tahun dwina